ENGLISH STUDENT ASSOCIATION OF UNSWAGATI

Powered by Blogger.

Wednesday, 5 June 2013

Basic Training Organization II

   
Basic Training Organization (BTO) kembali digelar. Acara yang diadakan di Talaga Pancar, Des. Lenkong Kulon, Kabupaten Majalengka ini sudah menjadi rutinitas tahunan English Student Association Unswagati. Acra ini bertujuan untuk pengangkatan pengurus ESA yang baru serta untuk memperdalam ilmu keorganisasian—khususnya ESA. Ini bukan sekedar acara organisasi yang hanya membahas oraganisasi semata, namun ada juga unsur edukasi di dalamnya. Kami sebagai calon anggota ESA diberi soal—semacam pertanyaan mengenai Bahasa Inggris dan diharuskan menghapal vocabulary yang mereka berikan.
 
Selama kurang lebih tiga hari, tepatnya tanggal 24 – 26 Mei 2013, kami berkemah di bumi perkemahan Talaga Pancar. Banyak acara menarik, di antaranya ada api unggun, presentasi program kerja, hiking, dan outbond.
 
Inilah acara menarik yang bisa kami ceritakan. Sebut saja ketika malam api unggun, peserta diberi kewajiban untuk menunjukkan kemampuan berkreasi memalui acara pertunjukkan kreasi seni. Ada yang menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi, ada yang menampilkan puisi, dan masih banyak penampilan menarik lainnya yang benar-benar menghibur. Setelah beberapa saat beristirahat, kami pun mulai beranjak ke acara selanjutnya—tiba saatnya untuk mempresentasikan program kerja. Dalam presentasi program kerja ini, setiap departemen harus mempresentasikan progam kerja sesuai departemen yang dibidanginya. Presentasi tersebut benar-benar terasa hangat, para panitia menanggapi secara baik sehingga acara menjadi hidup. Acara pun diakhiri dengan kegiatan hiking. Pada acara tersebut, para peserta dan pengurus ESA melewati banyak jalan terjal dan menikung. Di sini terlihat kerjasama dan upaya saling bahu-membahu antara peserta dan pengurus ESA. Setelah acara hiking selesai, kami pun meneruskannya dengan acara outbond. Dalam permainan ini pun  terlihat kekompakan dan kerjasama setiap kelompok.

Kurikulum 2013: Instrumen Peningkatan Mutu Pendidikan

Oleh: Bambang Indriyanto
Peneliti Pada Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang, Kemdikbud

Kurikulum merupakan instrumen strategis bagi upaya peningkatan mutu pendidikan terdiri dari tiga entitas, yaitu: tujuan, metode, dan isi. Peningkatan kompetensi guru dan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan hanya akan memberikan makna bagi peserta didik jika diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan yang dirumuskan dalam kurikulum. Pada konteks Sistem Pendidikan Nasional rumusan tersebut dirumuskan pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pada Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab Ketentuan Umum SKL didefinisikan sebagai “kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan”.
 
Kurikulum 2013 sebagai bagian dari intervensi peningkatan mutu pendidikan, tentu tidak bisa bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, SKL menjadi rujukan ketika Kurikulum 2013 diterapkan. Demikian juga dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tetap menjadi bagian Kurikulum 2013. Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 akan dilaksanakan secara terbatas dan berjenjang. Untuk SD akan dilaksanakan pada kelas I dan IV, sedangkan pada SMP dilaksanakan VII, dan di SMA dilaksanakan di kelas IX. Jika pada tahun ajaran 2013/14 Kurikulum 2013 dilaksanakan pada kelas-kelas tersebut, maka pada tahun ajaran 2014/15 secara berjenjang dilaksanakan pada kelas-kelas berikutnya.
 
Guru merupakan aktor terdepan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 yang berhadapan dengan peserta didik. Peran penting guru antara lain meliputi: (1) kemampuan menjabarkan topik-topik bahasan pada mata pelajaran menjadi informasi yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik, (2) kemampuan untuk mengidentifikasi tingkat dan area kesulitan peserta didik dan kemampuan untuk membantunya keluar dari kesulitan tersebut, dan (3) kemampuan melakukan evaluasi kemajuan belajar siswa. Berdasarkan hasil evaluasi guru dapat menentukan strategi untuk menentukan metode pembelajaran yang lebih tepat dan kecepatan dalam memberikan informasi berupa pengetahuan kepada peserta didik. Kurikulum 2013 memang merupakan instrumen peningkatan mutu pendidikan. Peran guru dan kepala sekolah menjadi pendukung utama agar Kurikulum 2013 dapat secara signifikan meningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah.

Friday, 22 February 2013

Back Sound Poetry Reading 6th AEF Unswagati


   Bagi para peserta Poetry Reading 6th AEF Unswagati bisa men-download file backsound dengan klik link berikut:
 DOWNLOAD BACKSOUND POETRY READING  
 Terimakasih.

Thursday, 21 February 2013

Tex Poetry Reading SMP 6th AEF 2013

 Tex 1:

GO GREEN TO SAVE GREEN
by : Vaishnavi Krishnamachari

Turn off lights when you leave a room
Power off machines when you don’t use them
Make it a habit to recycle
Buy items that are reusable
Think before you print – could this be read?
Or stored online, instead?
Go paperless, if possible
Print both sides of papers, if feasible
Take a hike to run an errand
Or pedal a bike to go around
Pool up to use a car
To commute to places afar
Donate the things that you don’t need
Plant a free – it’s a noble deed
Let’s be considerate to nature
And co-create a promising future!


Tex 2:

GOING GREEN?
By: Gordon David

The Earth is dying, way too much pollution
Although I’m trying, I have no solution
Mother Nature’s crying, it’s not an illusion
Politicians lying, causing more confusion

Scientists don’t agree, their views are now pointless
Statistics you show me, are completely useless
Global warming we see, millions will be homeless
Experts wanting a fee, their point of view worthless

Our world leaders possess, the facts and the power
Yet they always digress, while young children cower
Soon our world could regress, no tree and no flower
Going “Green” to impress, a bath or a shower?

We need to be bolder, go out and agitate
Before we get older, this planet cannot wait
Leaders that are colder, will have to gravitate
No chip on my shoulder, help now, it’s not too late


Wednesday, 20 February 2013

Tex Newscaster SMA 6th AEF 2013

Tex 1:

HEALTH EFFECTS GO UNADDRESSED

    At the edge of the plantation stands a massive grey building equipped with several chimneys and surrounded by barbed wire. On the coast, a valve connected to the factory dumps toxic residue at regular intervals right by the rice paddies.
   "Normally, factories can't dispose waste into the water without treating it," Riswandani said. "In theory, there are very heavy penalties for doing this, but the government pretends there are regular checks. But on the ground nothing changes."
   According to Windya Wardhani, head of the West Java provincial environment bureau: "We practice intensive control, and I think that gradually the factories will comply with the rules. But perhaps not every day," she said.
   "There are heavy metals in the Citarum's water and sediment, probably because of the factories, since you don't find heavy metals in rubbish."
She said the river contained mercury, lead, zinc and chrome, which have been linked to cancer, organ damage and even death, affecting babies and children more severely.
    Mercury and lead can cause joint disease, such as rheumatoid arthritis, and diseases of the kidneys, circulatory system and nervous system, studies show.
    Residents have sought compensation for their damaged rice crops, while the health effects of the river have gone unaddressed, with no data yet gathered to measure the extent of the problem.
The Indonesian Textiles Association asserts that the industry's contribution to the river's pollution is no more than 15 to 25 percent.
    "It comes mostly from domestic waste and plastic. It is unfair to assume it's all us. It's easy to count the number of factories, but who's counting the number of people who live along the river and throw their waste in the water?" said Kevin Hartanto, head of the Bandung chapter of the textile association.
    Cleaning up the Citarum river and its 22 streams has been classified a national priority by the Indonesian government, which in 2010 launched a huge 15-year project to rehabilitate the river.
Largely financed by the private sector, this "road map" involves dozens of NGOs, seven ministries and 12 local governments, amounting to a total of $3.5 billion. The Asian Development Bank (ADB) will contribute $500 million.
    According to Thomas Panella, an ADB water resources specialist, progress has so far been minimal.
"At this point there has been little improvement because it's been a very short time (in which) to address the pollution issues," he said.





Tex 2:
INDONESIAN RIVER IS 'WORLD'S MOST POLLUTED'

   by Vincent Souriau, Agence France-Presse
   Posted at 09/07/2012 12:38 PM | Updated as of 09/07/2012 12:38 PM
   SUKAMAJU, Indonesia - With dozens of bright green rice paddies, flocks of kites in the sky and children laughing nearby, at first glance the village of Sukamaju in western Java has all the charms of rural Indonesia.
   But the idyllic setting is spoiled by a strong stench rising from the Citarum river that flows in the distance, thick with mounds of garbage and plastic bags dumped on its banks.
   This immense aquatic rubbish bin winds 297 kilometres (185 miles) across the island of Java, cutting through the sprawling Indonesian capital, Jakarta.
   Labelled "the most-polluted in the world" by a local commission of government agencies and NGOs charged with its clean-up, the river is the only source of water for 15 million Indonesians who live on its banks, despite the risks to health and crops.
   In the village of Sukamaju, not far from the bustling West Java capital of Bandung, a well at a small village square serves as a public shower. Without any other water source in the village, it is connected directly to the canal.
   Nor, a villager in her 40s, has had white patches on her arms for the past six months.
   "When I first started itching, it was always after washing here. It's because of the contaminated water in the river. It's the factories' fault," she said.
   "I don't know what this disease is, but I don't have any money to see a doctor."
The Bandung Basin is the historic centre of Indonesia's textile industry, where 1,500 factories in the region dump 280 tonnes of toxic waste each day into the Citarum.
   In the irrigation canals of Sukamaju, between the rice paddies, the water for crops that runs through the fields is a puzzling deep red verging on black.
   "This is because of the dyes from the factories. The colour changes every two hours (depending on dyes being washed out), and that has a direct impact on the quality of the rice," complained Deni Riswandani, as he dissected a young sprig.
   "There are no more grains in the pods. Production has been reduced 50 percent from the normal harvest," said Riswandani, who is trying to bring farmers together to lobby for financial compensation.

Sunday, 27 January 2013

6th Annual English Festival 2013

THE COMMITTEE OF 6th ANNUAL ENGLISH FESTIVAL
ENGLISH STUDENT ASSOCIATION (ESA)
FACULTY OF TEACHING AND EDUCATIONAL SCIENCES
SWADAYA GUNUNG JATI UNIVERSITY
Sekretariat: Jalan Terusan Pemuda Blok 2 No.1A Telp. (0231) 482115-487249 Cirebon, 45132

Ketentuan Umum

1.    Perlombaan 6th ANNUAL ENGLISH FESTIVAL  hanya untuk siswa/i SMP/MTs dan SMA/MA/SMK atau sederajat sewilayah III Cirebon (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan)
2.    Tema 6th AEF : Reaching Your Dreams Through English
3.    Tema seluruh kriteria perlombaan berhubungan dengan Go Green
4.    Jenis perlombaan yang akan dipertandingkan beserta biaya pendaftaran sebagai berikut :
    a)    English Debate Competition SMA/MA/SMK sederajat Rp. 75.000.
    b)    Newscaster Contest SMA/MA/SMK sederajat Rp. 45.000.
    c)    Poetry Reading Contest SMP/MTs sederajat Rp. 45.000.
    d)    English Speech Contest SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat Rp. 45.000.
    e)    Story Telling Contest SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat Rp. 45.000.

5.    Waktu pendaftaran dimulai dari tanggal 14 Januari – 16 Februari 2013 di kampus III FKIP Unswagati Jalan Terusan Pemuda Blok 2 No.1A Cirebon
6.    Technical meeting dan pengundian nomor urut dilaksanakan pada hari Senin, 18 Februari 2013, pukul 09.00 Wib di kampus III FKIP Unswagati Jalan Terusan Pemuda Blok 2 No.1A Cirebon (Peserta lomba diharapkan hadir)
7.    Perlombaan dilaksanakan pada hari Senin – Sabtu, 25 Februari – 02 Maret 2013 di kampus III FKIP Unswagati Jalan Terusan Pemuda Blok 2 No.1A Cirebon
8.    Pengumpulan terakhir semua berkas materi perlombaan (naskah) 20 Februari 2013 di kampus III FKIP Unswagati Cirebon.
9.    Opening ceremony dilaksanakan pada hari Senin, 25 Februari 2013 di kampus III FKIP Unswagati Jalan Terusan Pemuda Blok 2 No.1A Cirebon
10.    Closing ceremony dan pengumuman juara dilaksanakan pada hari Sabtu, 02 Maret 2013
11.    Menjunjung sportifitas dan meraih prestasi di 6th Annual English Festival  2013
12.    Tidak boleh ada pergantian nama setelah Technical Meeting.
13.    Pembimbing hanya 1 orang dan bersifat tetap.

POETRY READING CONTEST

Ketentuan Umum
1.    Peserta lomba adalah siswa/siswi SMP/MTs sederajat
2.    Peserta lomba adalah perorangan
3.    Setiap sekolah maksimal mendelegasikan 2 (dua) peserta
4.    Kuota peserta lomba adalah 45 orang
5.    Peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 45.000

Teknis Pelaksanaan
1.    Peserta wajib hadir dan melakukan registrasi ulang 30 menit sebelum perlombaan dimiulai dan mengambil nomor urut peserta perlombaan
2.    Peserta yang tidak melakukan registrasi ulang dianggap mengundurkan diri
3.    Peserta yang dipanggil namanya sebanyak 3X tetapi tidak hadir , maka akan disimpan di nomor urut terakhir. Jika setelah disimpan di nomor urut terakhir peserta belum juga hadir maka akan di diskualifikasi setelah dipanggil sebanyak 3X
4.    Peserta wajib mengenakan pakaian seragam sekolah
5.    Perlombaan dibagai menjadi 2(dua) babak yaitu: Penyisihan dan Final
6.    Pada babak penyisihan peserta membawakan salah satu puisi yang telah disediakan oleh panitia.
7.    Pada babak penyisihan akan dipilih 5 besar untuk maju ke babak Final
8.    Peserta yang dinyatakan maju ke babak final diharuskan melaksanakan pengundian nomor urut ulang dan membawakan puisi yang masih rahasia yang telah disediakan oleh panitia
9.    Peserta diberikan waktu 15 menit untuk melakukan persiapan sebelum tampil dibabak final
10.    Durasi waktu di babak kualifikasi dan final adalah 7 menit. Apabila melebih waktu yang telah ditentukan akan diberi toleransi waktu 1 menit dengan konsekuensi dikurangi 50 poin setiap menit penambahan waktu perlombaan
11.    Penilaian berdasarkan 5 kriteria : Fluency, Pronunciation, Intonation, Expression, Performance
12.    Setiap kriteria mempunyai poin maksimal 100 poin
13.    Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat
14.    Aba-aba :
    Lampu hijau menandakan dimulainya perlombaan
    Lampu kuning menandakan waktu perlombaan tersisa 2 menit
    Lampu merah menandakan waktu perlombaan berahir

Waktu dan tempat
Tempat : Kampus III FKIP Unswagati
Waktu  : Senin, 25 Februari 2013




NEWSCASTER CONTEST

Ketentuan Umum
1.    Peserta lomba adalah siswa/siswi SMA/MA/SMK sederajat
2.    Peserta lomba adalah perorangan
3.    Setiap sekolah maksimal mendelegasikan 2 (dua) peserta
4.    Kuota peserta lomba adalah 45 orang
5.    Peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 45.000

Teknis Pelaksanaan
1.    Peserta wajib hadir dan melakukan registrasi ulang 30 menit sebelum perlombaan dimiulai dan mengambil nomor urut peserta perlombaan
2.    Peserta yang tidak melakukan registrasi ulang dianggap mengundurkan diri
3.    Peserta yang dipanggil namanya sebanyak 3X tetapi tidak hadir , maka akan disimpan di nomor urut terakhir. Jika setelah disimpan di nomor urut terakhir peserta belum juga hadir maka akan di diskualifikasi setelah dipanggil sebanyak 3X
4.    Peserta menggunakan kostum penyiar berita/resmi
5.    Jingle atau music pembuka disediakan oleh panitia
6.    Perlombaan dibagi menjadi 2 (dua) babak yaitu: Kualifikasi dan Final
7.    Peserta diperbolehkan membawa teks atau outline berita pada saat babak penyisihan
8.    Pada babak penyisihan peserta membawakan salah satu berita yang telah disediakan oleh panitia.
9.    Pada babak penyisihan akan dipilih 5 besar untuk maju ke babak Final
10.    Peserta yang dinyatakan maju ke babak final diharuskan melaksanakan pengundian nomor urut dan tema berita yang akan dibawakan pada saat babak final
11.    Dibabak Final  peserta akan menampilkan reportase langsung dan akan diambil 3 peserta untuk menjadi juara
12.    Peserta diberikan waktu 15 menit untuk menyusun reportase (berita) yang akan dibawakan pada babak final
13.    Peserta hanya diperkenankan membawa outline pada saat reportase di babak final
14.    Durasi waktu di babak kualifikasi dan final adalah 5 menit. Apabila melebih waktu yang telah ditentukan akan diberi toleransi waktu 1 menit dengan konsekuensi dikurangi 50 poin setiap menit perlombaan  penambahan waktu
15.    Penilaian berdasarkan 4 kriteria : Fluency, Pronunciation, Performance , Costume
16.    Setiap criteria mempunyai poin maksimal 100 poin
17.    Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat
18.    Aba-aba :
    Lampu hijau menandakan dimulainya perlombaan
    Lampu kuning menandakan waktu perlombaan tersisa 2 menit
    Lampu merah menandakan waktu perlombaan berahir

Waktu dan tempat
Tempat : Kampus III FKIP Unswagati
Waktu  : Senin, 25 Februari 2013

ENGLISH SPEECH CONTEST

Ketentuan umum
1.    Peserta lomba adalah siswa/i SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat
2.    Peserta lomba adalah perorangan
3.    Setiap sekolah maksimal mendelegasikan 2 (dua) Peserta
4.    Kuota peserta lomba adalah 45 orang
5.    Peserta wajib menyerahkan naskah pidato kepada panitia sebanyak rangkap 4 copy pada saat Technical Meeting (TM) dengan ketentuan penulisan : (Times New Roman, font : 12, spasi 1,5) dengan disertai nama lengkap dan asal sekolah (diletakkan pada pojok kanan atas).Peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 45.000

Teknis Pelaksanaan
1.    Peserta wajib hadir dan melakukan registrasi ulang 30 menit sebelum perlombaan dimiulai dan mengambil nomor urut peserta perlombaan
2.    Peserta yang tidak melakukan registrasi ulang dianggap mengundurkan diri
3.    Peserta yang dipanggil namanya sebanyak 3X tetapi tidak hadir , maka akan disimpan di nomor urut terakhir. Jika setelah disimpan di nomor urut terakhir peserta belum juga hadir maka akan di diskualifikasi setelah dipanggil sebanyak 3X
4.    Peserta wajib mengenakan pakaian seragam sekolah
5.    Peserta lomba memilih salah-satu tema yang telah disediakan oleh panitia
6.    Perlombaan terdiri dari 2 babak yaitu :  penyisihan (kualifikasi) dan final
7.    Durasi waktu tampil pada babak kualifikasi/ penyisihan untuk  siswa/i SMA/MA/SMK sederajat adalah 7 menit, apabila melebihi waktu yang telah ditentukan akan dberi toleransi waktu 1 menit dengan konsekuensi dikurangi 50 poin untuk setiap menit penambahn waktu
8.    Durasi waktu tampil pada babak kualifikasi untuk  siswa/i SMP/MTs sederajat adalah 5 menit, apabila melebihi waktu yang telah ditentukan akan dberi toleransi waktu 1 menit dengan konsekuensi dikurangi 50 poin untuk setiap menit penambahn waktu
9.    Pada babak penyisihan peserta tampil membawakan pidato dengan tema yang telah disediakan oleh panitia dan akan dipilih 5 besar untuk maju ke babak final
10.    Para peserta yang masuk babak final akan dilombakan kembali  dengan memilih tema yang masih rahasia
11.    Para peserta yang masuk babak final diharuskan melaksanakan pengundian nomor urut ulang
12.    Para peserta yang masuk babak final diberi waktu 15 menit untuk persiapan sebelum tampil di babak final
13.    Para peserta dari SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat yang masuk babak final akan membawakan pidato dengan durasi waktu 5 menit . Setelah peserta tampil perwakilan dari dewan juri akan melontarkan satu buah pertanyaan (Interactive Speech) sesuai dengan tema yang dibawakan pada babak final
14.    Penilaian pada babak kualifikasi berdasarkan 5 kriteria yaitu : Pronunciation, accuracy, fluency, expression,  performance
15.    Penilaian pada babak final berdasarkan 5  kriteria yaitu : Pronunciation, accuracy, fluency, interactive speech,  performance
16.    Setiap criteria mempunyai poin maksimal 100 poin
17.    Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
18.    Aba-aba :
    Lampu hijau menandakan dimulainya perlombaan
    Lampu kuning menandakan waktu perlombaan tersisa 2 menit
    Lampu merah menandakan waktu perlombaan berahir

Tema (seluruh tema berhubungan dengan Go Green) :
1.    Education
2.    Social
3.    Economy
4.    Culture
5.    Politic

Waktu dan tempat
Tempat : Kampus III FKIP Unswagati
Waktu  : Selasa, 26 Februari 2013

STORY TELLING CONTEST

Ketentuan Umum
1.    Peserta lomba adalah siswa/siswi SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat
2.    Peserta lomba adalah perorangan
3.    Setiap sekolah maksimal mendelegasikan 2 (dua) delegasi
4.    Kuota peserta lomba adalah 45 orang
5.    Tema cerita adalah Folk’s Tale, Legend, dan Fable dari Indonesia
6.    Peserta wajib menyerahkan naskah cerita kepada panitia sebanyak rangkap 4 copy pada saat Technical Meeting (TM) dengan ketentuan penulisan : (Font : Times New Roman, Font size: 12, spasi 1,5) dengan disertai nama lengkap dan asal sekolah (diletakkan pada pojok kanan atas)
7.    Peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 45.000

Teknis Pelaksanaan
1.    Peserta wajib hadir dan melakukan registrasi ulang 30 menit sebelum perlombaan dimulai dan mengambil nomor urut peserta perlombaan
2.    Peserta yang tidak melakukan registrasi ulang dianggap mengundurkan diri
3.    Peserta yang dipanggil namanya sebanyak 3X tetapi tidak hadir , maka akan disimpan dinomor urut terahir. Jika setelah disimpan di nomor urut terakhir peserta belum juga hadir maka akan di diskualifikasi setelah dipanggil sebanyak 3X
4.    Peserta menggunakan kostum sesuai dengan cerita
5.    Perlombaan terdiri dari 2 babak yaitu :  penyisihan dan final
6.    Durasi waktu tampil pada babak kualifikasi untuk  siswa/i SMA/MA/SMK sederajat adalah 7 menit, apabila melebihi waktu yang telah ditentukan akan diberi toleransi waktu 1 menit dengan konsekuensi dikurangi 50 poin untuk setiap menit penambahn waktu
7.    Durasi waktu tampil pada babak kualifikasi untuk  siswa/i SMP/MTs sederajat adalah 5 menit, apabila melebihi waktu yang telah ditentukan akan dberi toleransi waktu 1 menit dengan konsekuensi dikurangi 50 poin untuk setiap menit penambahn waktu
8.    Pada babak penyisihan peserta tampil membawakan cerita sesuai dengan cerita masing-masing peserta dan akan dipilih 5 besar untuk maju ke babak final
9.    Para peserta yang masuk babak final akan dilombakan kembali  dan  menceritakan sebuah cerita dengan judul yang telah disediakan oleh panitia
10.    Para peserta yang masuk babak final diharuskan melaksanakan pengundian nomor urut ulang
11.    Para peserta yang masuk babak final diberi waktu 15 menit untuk persiapan sebelum tampil di babak final
12.    Para peserta dari SMP/MTs dan SMA/MA/SMK sederajat yang masuk babak final akan membawakan cerita dengan durasi waktu 5 menit .
13.    Penilaian berdasarkan 6 kriteria yaitu : Fluency, Performance, Vocabulary, Accuracy, Expression, and Time
14.    Setiap kriteria mempunyai poin maksimal 100 poin
15.    Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
16.    Aba-aba :
    Lampu hijau menandakan dimulainya perlombaan (bercerita)
    Lampu kuning menandakan waktu perlombaan tersisa 2 menit
    Lampu merah menandakan waktu perlombaan berahir

Waktu dan tempat
Tempat : Kampus III FKIP Unswagati
Waktu  : Rabu, 27 Februari 2013

ENGLISH DEBATE COMPETITION

Ketentuan umum
1.    Peserta lomba adalah siswa/siswi SMA/MA/SMK sederajat
2.    Peserta lomba adalah group atau team
3.    Setiap sekolah maksimal mendelegasikan 2 ( dua) team
4.    Kuota peserta lomba adalah 32 Team
5.    Peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 75.000

Teknis Perlombaan
1.    Peserta wajib hadir dan melakukan registrasi ulang 30 menit sebelum perlombaan dimulai dan mengambil nomor urut peserta perlombaan
2.    Peserta wajib mengenakan pakaian seragam sekolah
3.    English Debate Competition menggunakan style AustralAsian Parliamentary
4.    Sebelum perlombaan dimulai peserta diberi waktu 15 menit untuk melakukan case building dan untuk babak final waktu case building adalah 30 menit
5.    English Debate Competition terdiri dari dua kubu yaitu Affirmative dan Negative
6.    Setiap team/grup terdiri dari 3 orang. Pembicara pertama, pembicara kedua, dan pembicara ketiga
7.    Untuk reply speech hanya boleh disampaikan oleh pembicara pertama
8.    Durasi waktu untuk pembicara pertama, pembicara kedua dan pembicara ketiga selama 5 (Lima) menit
9.    Durasi waktu untuk reply speech selama 3 (Tiga) menit
10.    Untuk menyanggah team/grup lain bisa mengangkat tangan dan mengucapkan POI setelah menit kedua
11.    Setiap pembicara (speaker) langsung memaparkan pernyataanya setelah dipersilahkan oleh chair person, tanpa diintruksikan oleh time keeper
12.    Tidak boleh menggunakan suatu dalil atau argument yang berdasarkan pada agama atau kepercayaan
13.    Pembicara pertama dimulai oleh Affirmative team
14.    Penyampaian Reply Speech dimulai dari Negative team
15.    POI minimal atau paling sedikit diterima sebanyak dua kali interupsi
16.    Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
Kriteria waktu
1.    Ketukan palu pertama (1X) sebagai tanda diperbolehkannya menggunakan POI pada menit ke 2 (dua)
2.    Ketukan palu kedua (2X) POI berakhir pada akhir menit ke 4 (empat)
3.    Ketukan palu ketiga (3X) waktu habis pada akhir menit ke 5 (lima)
4.    Ketukan palu tak terhingga, jika berbicara lebih dari 5 (lima) menit lebih dua puluh detik (5.20)

Denah tempat duduk
Keterangan :
KS : Ketua Sidang (Chair Person)
PW : Pencatat Waktu (Time Keeper)

Affirmative Team
A1 : Pembicara pertama ( 1st Speaker (+)(Reply Speech) )
A2 : Pembicara Kedua ( 2nd Speaker (+) )
A3 : Pembicra ketiga ( 3rd Speaker (+) )

Negative Team
N1 : Pembicara pertama ( 1st Speaker (-)(Reply Speech) )
N2 : Pembicara Kedua ( 2nd Speaker (-) )
N3 : Pembicara ketiga ( 3rd Speaker (-) )

J1, J2, J3 : Tim Juri (Adjudicators)

Affirmative Team (dikenal sebagai pihak pemerintah) Government
a.    Mendefinisikan topic ( motion) yang diajaukan
b.    Memberikan argumentasi yang mendukung

Negative Team (dikenal sebagai pihak oposisi) Opposition
a.    Menyanggah topic (motion) yang didefinisikan oleh affirmative team
b.    Membangun kasus yang yang melawan argumentasi affirmative team
c.    Bila Negative team memandang bahawa definisi yang diajukan oleh Affirmative team tidak sah, maka negative team dapat mengajukan keberatan dan mengajukan definisi baru. Namun dalam hal ini tidak dapat dilakukan semata-mata karna negative team berpandangan bahwa definisinya sendiri yang lebih tepat.

Ketua Sidang (Chair Person)
a.    Membuka debat
b.    Memperkenalkan masing-masing pembicara dari kedua team
c.    Mengumpulkan dan memeriksa keabsahan penilaian team juri (Adjudicator)
d.    Menghitung Suara anggota Team Juri dan menyimpulkan pemenangnya
e.    Mempersilahkan Tim Juri mengadakan penjurian oral (verbal adjudication)
f.    Mengumumkan pemenang
g.    Menutup debat

Pencatat Waktu (Time Keeper)
a.    Mengamati waktu yang diberikan untuk masing-masing pembicara
b.    Mencatat dan mengumumkan waktu yang dihabiskan pembicara kepada pemirsa

Urutan Berbicara

Pidato Utama (Substantial Speech): 1) Pembicara Pertama Tim Affirmatif (A1) (5 menit)
                                                       2) Pembicara Pertama Tim Negatif (N1) (5 menit)
                                                       3) Pembicara Kedua Tim Affirmatif (A2) (5 menit)
                                                       4) Pembicara Kedua Tim Negatif (N2) (5 menit)
                                                       5) Pembicara Ketiga Tim Affirmatif (A3) (5 menit)
                                                       6) Pembicara Ketiga Tim Negatif (N3) (5 menit)

Pidato Balasan (Reply Speech)     :  1) Balasan Tim Negatif (3 menit)
                                                       2) Balasan Tim Affirmatif (3 menit)


MOTIONS FOR ENGLISH DEBATE

1.    That “Equal Opportunity “ is unfair.
2.    That RSBI more brings woe than compete hustle.
3.    That impose corruptor with social service instead impoverish.
4.    That environmental treaties do more harm than good.
5.    That we should sacrifice economic growth for the good of the environment.
6.    That we should abandon fossil fuels.
7.    That English should be eliminated in elementary school.
8.    That globalization is killing local culture.
9.    That there are no such things as universal human rights.
10.    That United Nations (PBB) has failed.
11.    That prisoner should have no right to vote.
12.    That democracy is overvalued.
13.    That modern agriculture is bad for local communities.
14.    That every nation should have right to defend itself with nuclear weapons.
15.    That media is more powerful than government.

Waktu dan tempat
Tempat : Kampus III FKIP Unswagati
Waktu  : Kamis – Sabtu, 28 Februari – 02 Maret 2013

Friday, 25 January 2013

We are the winner !!!






Team Futsal English Department won the Futsal Competition. Congratulation to all !!!
@Secretary of English Department
@All members of team

Dari La Tahzan, sesungguhnya Allah bersamamu


Source: La Tahzan, sesungguhnya Allah bersamamu!
900% intisari La Tahzan
MA’AN NAJAH


Faedah membaca itu banyak sekali, diantaranya ialah melancarkan lidah, mengembangkan akal, menjernihkan pikiran, menghilangkan keresahan, mengambil pelajaran dari berbagai pengalaman, dan memetik nilai-nilai keutamaan.


Ganjaran orang yang peduli sesama ialah dia yang bisa melupakan keresahannya. Pahala orang yang berbakti kepada Penciptanya adalah bahwa dia dihormati sesamanya. Dan, hadiah orang yang meninggalkan dunia adalah bahwa rizkinya datang mengalir kepadanya.

Ingatlah : Tidak ada yang lebih berguna daripada buku, tidak ada yang lebih memberi peringatan daripada kuburan, tidak ada yang lebih membosankan daripada maksiat, tidak ada yang lebih mulia daripada sikap zuhud, dan tidak ada kekayaan yang lebih baik daripada qana’ah.

Kenapa mesti bersedih? Bukankah kita memiliki Tuhan Yang Menentukan takdir, Yang Memberikan ampunan, Yang Menutupi kesalahan, Yang Memberi rizki, Yang Melihat, Yang Mendengar. Semua urusan dunia kuncinya ada
ditangan-Nya.
#DEPARTEMEN KEROHANIAN#