ENGLISH STUDENT ASSOCIATION OF UNSWAGATI

Powered by Blogger.

Wednesday, 5 June 2013

Basic Training Organization II

   
Basic Training Organization (BTO) kembali digelar. Acara yang diadakan di Talaga Pancar, Des. Lenkong Kulon, Kabupaten Majalengka ini sudah menjadi rutinitas tahunan English Student Association Unswagati. Acra ini bertujuan untuk pengangkatan pengurus ESA yang baru serta untuk memperdalam ilmu keorganisasian—khususnya ESA. Ini bukan sekedar acara organisasi yang hanya membahas oraganisasi semata, namun ada juga unsur edukasi di dalamnya. Kami sebagai calon anggota ESA diberi soal—semacam pertanyaan mengenai Bahasa Inggris dan diharuskan menghapal vocabulary yang mereka berikan.
 
Selama kurang lebih tiga hari, tepatnya tanggal 24 – 26 Mei 2013, kami berkemah di bumi perkemahan Talaga Pancar. Banyak acara menarik, di antaranya ada api unggun, presentasi program kerja, hiking, dan outbond.
 
Inilah acara menarik yang bisa kami ceritakan. Sebut saja ketika malam api unggun, peserta diberi kewajiban untuk menunjukkan kemampuan berkreasi memalui acara pertunjukkan kreasi seni. Ada yang menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi, ada yang menampilkan puisi, dan masih banyak penampilan menarik lainnya yang benar-benar menghibur. Setelah beberapa saat beristirahat, kami pun mulai beranjak ke acara selanjutnya—tiba saatnya untuk mempresentasikan program kerja. Dalam presentasi program kerja ini, setiap departemen harus mempresentasikan progam kerja sesuai departemen yang dibidanginya. Presentasi tersebut benar-benar terasa hangat, para panitia menanggapi secara baik sehingga acara menjadi hidup. Acara pun diakhiri dengan kegiatan hiking. Pada acara tersebut, para peserta dan pengurus ESA melewati banyak jalan terjal dan menikung. Di sini terlihat kerjasama dan upaya saling bahu-membahu antara peserta dan pengurus ESA. Setelah acara hiking selesai, kami pun meneruskannya dengan acara outbond. Dalam permainan ini pun  terlihat kekompakan dan kerjasama setiap kelompok.

Kurikulum 2013: Instrumen Peningkatan Mutu Pendidikan

Oleh: Bambang Indriyanto
Peneliti Pada Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang, Kemdikbud

Kurikulum merupakan instrumen strategis bagi upaya peningkatan mutu pendidikan terdiri dari tiga entitas, yaitu: tujuan, metode, dan isi. Peningkatan kompetensi guru dan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan hanya akan memberikan makna bagi peserta didik jika diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan yang dirumuskan dalam kurikulum. Pada konteks Sistem Pendidikan Nasional rumusan tersebut dirumuskan pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pada Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab Ketentuan Umum SKL didefinisikan sebagai “kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan”.
 
Kurikulum 2013 sebagai bagian dari intervensi peningkatan mutu pendidikan, tentu tidak bisa bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, SKL menjadi rujukan ketika Kurikulum 2013 diterapkan. Demikian juga dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tetap menjadi bagian Kurikulum 2013. Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 akan dilaksanakan secara terbatas dan berjenjang. Untuk SD akan dilaksanakan pada kelas I dan IV, sedangkan pada SMP dilaksanakan VII, dan di SMA dilaksanakan di kelas IX. Jika pada tahun ajaran 2013/14 Kurikulum 2013 dilaksanakan pada kelas-kelas tersebut, maka pada tahun ajaran 2014/15 secara berjenjang dilaksanakan pada kelas-kelas berikutnya.
 
Guru merupakan aktor terdepan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 yang berhadapan dengan peserta didik. Peran penting guru antara lain meliputi: (1) kemampuan menjabarkan topik-topik bahasan pada mata pelajaran menjadi informasi yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik, (2) kemampuan untuk mengidentifikasi tingkat dan area kesulitan peserta didik dan kemampuan untuk membantunya keluar dari kesulitan tersebut, dan (3) kemampuan melakukan evaluasi kemajuan belajar siswa. Berdasarkan hasil evaluasi guru dapat menentukan strategi untuk menentukan metode pembelajaran yang lebih tepat dan kecepatan dalam memberikan informasi berupa pengetahuan kepada peserta didik. Kurikulum 2013 memang merupakan instrumen peningkatan mutu pendidikan. Peran guru dan kepala sekolah menjadi pendukung utama agar Kurikulum 2013 dapat secara signifikan meningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah.